APBD-P 2017, Anggaran OPD Kukar Dipangkas Hingga 10 Persen
TENGGARONG,
Pemangkasan anggaran diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah
Kutai Kartanegara akan dilakukan pada pembahasan anggaran Perubahan 2017,
menyusul belum adanya kejelasan dana transfer DBH dari pemerintah pusat.“Mau
tidak mau rasionalisasi anggaran setiap OPD akan kita lakukan, kalau dana
transfer dari pusat tidak masuk di kas daerah, ancang ancang kisaran 10 persen
rasionalisasi akan kita lakukan,” kata H Marli Sekda Kukar.
Menurut
penjelasan H Marli, kondisi APBD murni dan perubahan Kutai Kartanegara
sejatinya harus seimbang atau apa yang akan diprogramkan dengan pendapatan yang
masuk, jika pendapatan telat transfer maka rasionalisasi akan dilakukan.
“Saat ini
saja, uang kas Pemkab Kukar hanya untuk membayar gaji pegawai cukup satu bulan,
sementara untuk pembayaran TPP itu menunggu dana transfer pusat,” kata H Marli.
H Marli
menyatakan bahwa, informasi yang diperolehnya dana transfer dari pusat akan
dilakukan dalam dua tahap, untuk tahap pertama nanti akan dilakukan di akhir
Agustus bulan ini, dan tahap kedua diawal September.”Mengenai berapa nilainya
kami tak bisa mastikan, karena itu masih dilakukan perhitungan dari pemerintah
pusat,” kata H Marli.
Sementara
itu secara terpisah Wakil Ketua DPRD Kukar Supriyadi, menyatakan pemangkasan
anggaran disetiap OPD di Kukar merupakan langkah yang tepat yang perlu
dilakukan, ditengah kondisi keuangan Kukar yang tren nilai APBD terus mengalami
penurunan, termasuk transfer pusat yang mengalami keterlambatan.
“Ya pasti,
rasionalisasi perlu dilakukan karena kan kondisi keuangan yang memang tak
memungkinkan,”tegas Supriyadi.
Supriyadi juga
menambahkan mengenai pembahasan anggaran perubahan 2017, belum final, saat ini
masih tengah dilakukan pembahasan diinternal Badan Anggaran maupun dengan tim
TAPD Kukar.
“Kita juga
pengen tau kepastian, penambahan dana transfer pusat berapa sehingga ketika
pembahasan anggaran perubahan nanti tidak salah perhitungan,” tegasnya.
Seperti
diketahui bahwa pada APBD 2017 lalu Kukar mencapai angka Rp3,8 triliun lebih.awi/poskotakaltimnews.com